Sepanjang Jalan Malioboro Kita Selalu Bergandeng Tangan

MALIOBORO
Jantung Kota Jogja yang Bikin Kangen

Jl. Malioboro, Yogyakarta, Indonesia
Lihat peta

Jalan Malioboro ketika pagi

Matahari baru saja terbit. Jalan masih lengang dan udara masih segar ketika dua sahabat lama tak sengaja berjumpa di Malioboro.

Ngopo kowe esuk-esuk wes tekan Malioboro?”

Anu …. golek sarapan”

Walah, golek sarapan kok neng Malioboro? Golek sarapan iku neng omah!”

Mereka berdua tertawa lalu larut dalam nostalgia. Saya yang kebetulan duduk dekat situ nyaris tersedak menahan tawa.

Meskipun terkenal sebagai surga belanja cendera mata dan barang kerajinan, ternyata tak sedikit wisatawan dan orang lokal mendatangi Malioboro pagi-pagi sekali untuk berolahraga atau sekedar menikmati udara segar sambil mencari sarapan. Wisatawan tersebut biasanya menginap di hotel sekitar Malioboro.

Hotel Dekat Malioboro

Hotel dekat Malioboro

Hotel besar pertama di Malioboro dibangun tahun 1908, namanya Grand Hotel de Djokdja. Kerennya, hotel ini masih berdiri hingga saat ini meskipun sudah beberapa kali ganti nama.

Berikut ini beberapa hotel berbintang dekat Malioboro.

  • Hotel Neo MalioboroHotel Neo Malioboro letaknya di Jl. Pasar Kembang, tetapi sangat dekat untuk berjalan kaki ke Malioboro dan Stasiun Tugu. Saya menyukai pemandangan Merapi dari kolam renang dan menu sarapannya yang melimpah. Kamarnya modern minimalis dengan tarif mulai 500 ribuan. Area parkirnya agak terbatas, tetapi ada layanan parkir valet.
  • Grand Inna MalioboroGrand Inna Malioboro adalah hotel legendaris yang dibangun tahun 1908 itu. Meskipun sudah beberapa kali berganti nama, orang lokal tetap saja menyebutnya Hotel Garuda. Hotel ini memiliki bangunan bergaya kolonial dan banyak ruang pertemuan. Kamarnya klasik – oke deh, agak tua – tetapi luas. Tarifnya mulai 900 ribuan. Area parkir hotel yang terletak persis di Jl. Malioboro ini juga sangat luas.
  • POP! Hotel MalioboroPOP! Hotel Malioboro adalah hotel bujet yang terletak di Jl. Gandekan, 500 meter sebelah barat Jl. Malioboro. Kamarnya kecil, tetapi ada sofa yang bisa dijadikan bed tambahan. Tarifnya mulai 300 ribuan. Menu sarapannya terbatas, area parkirnya juga.
  • Hotel Ibis MalioboroHotel Ibis Malioboro terletak di Jl. Malioboro dan memiliki “pintu rahasia” ke Mal Malioboro. Banyak wisatawan menyukai kebersihan kamar dan tempat tidurnya yang nyaman, tarifnya mulai 600 ribuan. Menu sarapan bervariasi dan area parkirnya cukup luas.

Sebelum hotel-hotel berbintang berjejalan seperti sekarang, sudah banyak losmen dan penginapan murah di gang-gang kecil dekat Malioboro. Beberapa masih bertahan hingga sekarang, antara lain: Losmen Setia Kawan, The Munajat Backpacker, Penginapan Happy/Harum II, dan Losmen Utar Pension.

Tarif penginapan tersebut memang murah, rata-rata di bawah 200 ribu rupiah, tetapi tentu saja jangan berharap fasilitasnya seperti hotel berbintang, sebagian besar bahkan tidak punya area parkir untuk mobil. Bukan apa-apa, harga tanah di Malioboro sudah meroket tinggi sekali, tahun 2015 saja sudah menyentuh angka 45 juta rupiah/meter persegi.

Penginapan yang lebih murah kini menyebar dalam radius 3 km dari Malioboro. Ada lho penginapan yang tarifnya 60 ribu/malam untuk kamar yang bisa diisi 4 orang, ada juga yang tarifnya 50 ribu/malam untuk kamar dengan AC dan TV. Penginapan Murah ini untuk anak muda yang suka berkelana dengan ransel besar di punggungnya (backpacker).

Wisatawan yang membawa keluarga bisa mempertimbangkan menginap di guest house dekat Malioboro. Guest house adalah rumah dengan fasilitas lengkap yang disewakan harian. Selain lebih murah ketimbang buka 2-3 kamar di hotel berbintang, guest house juga lebih nyaman karena ada dapur dan mesin cuci yang bisa dipakai tamu. Harga tanah yang selangit menyebabkan jarang ada guest house yang benar-benar dekat dengan Malioboro, untungnya sebagian besar masih dalam radius 5 km dari Malioboro.

Tempat Wisata Dekat Malioboro

Tempat wisata dekat Malioboro

Menjelang siang hingga malam hari, Malioboro menjelma menjadi surga belanja cendera mata dan barang kerajinan. Lebih dari seribu pedagang kaki lima menggelar dagangannya di emperan toko.

Asal pandai menawar, cendera mata dan barang kerajinan tersebut bisa dibeli dengan harga murah. Mungkin ini yang bikin ketagihan.

Sakdiyah Ma’ruf, komika Indonesia yang masuk dalam daftar 100 perempuan inspiratif dan berpengaruh di dunia tahun 2018 versi BBC, pernah menulis twit “#malioboro is a baby talk for Mari Yo Borong.” Saya tak mampu membantahnya.

#malioboro is a baby talk for Mari Yo Borong

Selain belanja, Malioboro sekarang juga nyaman untuk jalan-jalan. Ada pedestrian dengan bangku-bangku yang instagramable di sepanjang jalan hingga titik nol kilometer.

Jadi, mari kita jelajahi tempat wisata dekat Malioboro berikut ini dengan berjalan kaki ke arah selatan/keraton.

  • Pasar BeringharjoBerjalan sebentar, kita akan sampai ke Pasar Beringharjo. Pasar ini adalah pasar tradisional terlengkap di Jogja. Barang dagangannya kini makin lengkap; mulai dari batik, jajanan pasar, jejamuan, hingga patung Budha seharga ratusan ribu.
  • Masjid Siti DjirzanahMasjid yang baru diresmikan tahun 2018 ini sangat cantik. Sekilas terlihat mirip kelenteng, tetapi berwarna biru. Arsitektur masjid ini erat kaitannya dengan budaya yang tumbuh di Malioboro sejak dahulu. Masjid ini letaknya di depan Pasar Beringharjo (seberang jalan)
  • Hamzah BatikHamzah Batik adalah toko batik dan cendera mata paling ramai di Jogja, letaknya juga di depan Pasar Beringharjo. Barang-barang yang dijual tak jauh berbeda dengan yang ditawarkan pedagang kaki lima Malioboro, tetapi di sini kita tidak perlu menawar lagi dan ruangannya nyaman ber-AC
  • Benteng VredeburgSetelah Pasar Beringharjo, ada Benteng Vredeburg.
  • Taman PintarDi sebelah timur Benteng Vredeburg ada Taman Pintar Yogyakarta, sebuah wahana wisata untuk bermain sambil menambah pengetahuan di bidang teknologi.
  • Km Nol JogjaGedung-gedung berarsitektur Indis yang ikonik di kawasan nol kilometer ini sangat instagramable untuk menjadi latar belakang foto selfie.
  • Museum SonobudoyoMuseum Sonobudoyo terletak dekat km 0 Jogja. Museum sejarah dan kebudayaan Jawa ini juga berisi 1200-an koleksi keris dari berbagai penjuru Nusantara.
  • Alun-Alun UtaraAlun-alun utara adalah halaman depan Keraton Yogyakarta. Berbagai acara yang berkaitan dengan Keraton digelar di sini, seperti Sekaten yang diselenggarakan setiap Bulan Rabiul Awal.
  • Museum KeretaMuseum Kereta Keraton Ngayogyakarta terletak di barat daya alun-alun utara. Museum ini memiliki koleksi lengkap kereta-kereta yang pernah dan masih digunakan oleh raja dan kerabatnya hingga saat ini.
  • Keraton YogyakartaKaraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Malioboro Malam Hari

Malioboro malam hari

Saat matahari sudah bergulir ke ufuk barat dan lampu-lampu penerang jalan dinyalakan, saat itulah Malioboro melipatgandakan daya pikatnya yang magis.

Ada kenangan manis yang tertinggal di bangku-bangku di pedestrian, ada kerinduan yang berbisik lewat alunan nada yang dilantunkan musisi jalanan. Semuanya sedang memanggilmu untuk datang lagi ke Malioboro.

#JANGAN LUPA MAMPIR KE PASAR KEMBANG

Sumber : https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/other/malioboro/

Uniknya Wisata Goa Pindul di Jogjakarta

Goa Pindul, Goa Unik yang Terdapat Sebuah Sungai Di Dalamnya

Goa Pindul Jogja adalah sebuah goa yang sangat unik, dimana di dalam goa ini terdapat sebuah sungai yang melintas disepanjang goa tersebut. Aktivitas yang umumnya dilakukan di wisata ini adalah cave tubing. Cave tubing adalah aktifitas menyusuri sungai yang ada di dalam goa dengan menggunakan sebuah ban pelampung. cave tubing sebenarnya hampir mirip dengan rafting. Hanya saja yang membedakan keduanya adalah, rafting biasanya dilakukan di aliran air sungai yang deras. Sedangkan cave tubing dilakukan di aliran sungai yang tenang.

Goa Pindul Jogja memiliki panjang 350 meter dengan lebar 5 meter. Terdapat tiga zona yang harus dilalui ketika melintas di Goa Pindul, yaitu zona terang, zona gelap, dan zona remang. Zona terang terdapat di area start ketika hendak memasuki goa. Zona remang berada di beberapa meter setelah memasuki pintu goa. Dan Zona Gelap berada di tengah tengah dalam goa Pindul.

Sejarah Lokasi Goa Pindul

Goa Pindul

Ornamen ornamen di dinding goa ditambah dengan ricuhnya kekelawar membuat goa Pindul bak lukisan yang ternilai harganya.

Tepat di tengah tengah goa terdapat ruang yang cukup besar, dan uniknya diatas ruang tersebut terdapat sebuah lobang, yang biasanya digunakan sebagai jalur pintu masuk vertikal oleh TIM SAR . Dari lobang ini sinar matahari dapat masuk menyinari ke dalam goa. Sehingga menjadikan pemandangan di dalam Goa menjadi sangat luar biasa indah.

Lobang Goa Pindul

Lobang Goa Pindul

Setiap pengunjung yang menyusuri Goa Pindul dengan menggunakan pelampung, akan menjumpai stalagtit yang sangat besar. Ukuran dari stalagtit tersebut mencapai 5 rentangan tangan orang dewasa. Konon katanya, air yang menetes dari staglagtit ini dapat menjadikan cantik dan awet muda. Sedangkan untuk pria, air yang menetes tersebut dapat meningkatakan vitalitas pria.

Stalagmit Goa Pindul

Stalagmit dan Stalagtit

Sejarah Goa Pindul

Kisah ini di awali orang orang pada zaman dahulu yang bernama Ki Ageng Pemanahan dan Ki juru Mertani. Keduanya mendapatkan tugas untuk membunuh bayi yang diperintahkan oleh Panembahan Senopati Mataram. bayi tersebut adalah anak dari Puteri Penembahan Senopati.

Ki Ageng dan Juru Mertani memutuskan untuk melanggar perintah Panembahan Senopati, yaitu enggan untuk membunuh sang bayi. Kedua orang tersebut memutuskan untuk mengembara ke arah timur sambil membawa sang bayi, tepatnya di sebuah puncak bukit. Karena kedua orang tersebut mempunyai kesaktian yang sangat luar biasa, bukit yang di daki nya pun runtuh hingga menyisakan lubang yang cukup besar yang di bawahnya terdapat air sungai yang mengalir.

Sang bayi mungil yang diperintahkan untuk dibunuh oleh Panembahan Senopati dimandikan oleh Ki Ageng dan Ki Juru Mertani di aliran sungai di bawah Lobang bukit tersebut.

Ketika proses memandikan sang bayi, pipi sang bayi terbentur dinding goa hingga benjol. Dalam bahasa Jawa, Benjol berarti “Pindul”. Hal itulah yang melatar belakangi asal mula nama Goa Pindul.

Lokasi Goa Pindul

Goa Pindul terletak di Jogja , tepatnya desa Gelaran 1, Kelurahan Bejiharjo, Kabupaten Gunung Kidul.

Rute menuju lokasi Goa Pindul Jogja

Ada dua alternatif transportasi yang dapat digunakan agar dapat sampai ke Goa Pindul Jogja, yaitu dengan menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi. (Di asumsikan berangkat dari Jogja).

Apabila menggunakan angkutan umum maka rute yang di tempuh adalah;

Malioboro => Terminal Giwangan => Kota Wonosari => Goa Pindul

Apabila menggunakan kendaraan pribadi pun juga kurang lebih rute nya sama.

Tiket Masuk Goa Pindul Jogja

PaketHarga
Caving Goa PindulRp. 35.000
Rafting/River Tubing Sungai OyaRp. 45.000
Susur Goa SritiRp. 30.000
Susur Goa GelatikRp. 30.000
Susur Goa AsriRp. 20.000
Susur Goa EmasRp. 25.000

Catatan:

*Untuk Tiket masuk wisatawan asing : Rp.50.000

*Biaya retribusi setiap pengunjung Rp.10.000

Note: Harga diatas dapat berubah sewaktu waktu

Jasa tersebut sudah mencakup Jasa pemandu, Asuransi, serta perlengkapan susur goa seperti baju pelampung, sepatu karet, head lamp, dll). Petugas pemandu akan mengantarkan dan menjemput peserta dari rest area ke lokasi goa.

Lihat Lokasi Goa Pindul Jogja di Google Map

Sumber: https://www.tabloidwisata.com/wisata-goa-pindul-jogja-sejarah-lokasi-tiket-masuk/

Membuat Gerabah di Desa Kasongan Yogyakarta

Desa Wisata Gerabah Kasongan Yogyakarta

Kasongan, Bantul, Yogyakarta INDONESIA

Desa Wisata Gerabah Kasongan Yogyakarta

Sejarah

Sejarah desa wisata Kasongan berawal dari kematian seekor kuda milik Reserse Belanda di atas persawahan milik seorang warga di sebuah desa di selatan Kota Yogyakarta. Karena si pemilik tanah takut akan dijatuhi hukuman oleh Belanda yang waktu itu sedang menjajah, maka pemilik tanah tersebut melepaskan hak kepemilikan tanahnya yang diikuti oleh warga lainnya yang juga takut akan dijatuhi hukuman. Sejumlah tanah persawahan itu akhirnya diakui oleh warga desa lain. Penduduk yang tidak memiliki tanah persawahan tadi akhirnya memulai kegiatan baru di sekitar rumahnya, yaitu mengolah tanah liat yang ternyata tidak pecah jika diempal-empalkan untuk perlengkapan dapur dan juga untuk mainan.

Sejalan dengan perkembangan zaman, maka barang-barang kerajinan dari tanah liat atau lebih dikenal dengan kerajinan gerabah atau tembikar itu dikembangkan menjadi lebih variatif sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Bahkan barang kerajinan di Desa Kasongan bukan hanya barang-barang dari tanah liat/ gerabah, tetapi saat ini warga Kasongan telah memanfaatkan bahan-bahan lainnya yang banyak terdapat di lingkungan sekitar seperti batok kelapa, bambu, rotan, kayu, dan lainnya untuk diolah menjadi barang hiasan yang memiliki nilai lebih tinggi. Keahlian membuat gerabah ini diwariskan turun-temurun hingga menjadikan Desa Kasongan sebagai ikon desa wisata gerabah di Kabupaten Bantul.


Desa Wisata Kasongan

Desa wisata Kasongan merupakan daerah pemukiman para kundi, atau buyung atau gundi, yang artinya orang yang membuat sejenis buyung, gendi, kuali, dan lainnya yang tergolong peralatan dapur, juga barang hiasan yang terbuat dari tembikar atau tanah liat.

Hingga saat ini Desa Kasongan menjadi salah satu tujuan desa wisata di Yogyakarta yang banyak diminati oleh wisatawan. Deretan show room atau rumah-rumah galeri di desa wisata Kasongan ini menawarkan barang-barang kerajinan dari gerabah serta dari bahan lainnya seperti guci, pot bunga, lampu hias, miniatur alat transportasi (becak, sepeda,  mobil), aneka tas, patung, souvenir untuk pengantin, serta hiasan lainnya yang menarik untuk dipajang di rumah.

Salah satu patung yang legendaris di Desa Kasongan adalah patung Loro Blonyo. Loro Blonyo adalah patung sepasang pengantin yang dipercaya akan memberikan keberuntungan jika ditaruh di dalam rumah. Kita bisa menjumpai patung ini dalam berbagai pose. Patung ini pertama kali dikenalkan oleh Galeri Loro Blonyo yang diadopsi dari patung pengantin milikKraton Yogyakarta.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang proses pembuatan kerajinan gerabah tersebut, maka beberapa galeri menawarkan kursus singkat untuk Anda ikuti. Anda juga bisa melihat proses pembuatan gerabah di beberapa rumah produksi.


Lokasi

Desa WIsata Kasongan terletak di pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jika Anda berangkat dari Kota Yogyakarta, maka pergilah ke arah selatan hingga menemukan perempatan Dongkelan (perempatan Ring Road Selatan – Jalan. Bantul). Pilihlah jalan ke arah selatan melewati Jalan Bantul ini. Perjalanan dari perempatan Dongkelan ini hanya memakan waktu sekitar 10 menit atau 20 menit dari pusat kota. Jika telah sampai di desa wisata Kasongan, Anda akan disambut oleh sebuah gerbang masuk ke desa wisata tersebut.

Sumber: https://www.gudeg.net/direktori/582/desa-wisata-gerabah-kasongan-yogyakarta.html

Indahnya Wisata Kalibiru Di Jogjakarta

Wisata Alam Kalibiru Jogja : Lokasi, Rute, Harga dan Fasilitas

Bicara Yogyakarta berarti bicara tentang pariwisata. Yogyakarta dan sekitarnya memang merupakan kota wisata yang sudah terkenal sejak dahulu kala. Setelah terkenal sebagai kota wisata budaya, Yogyakarta terus mengembangkan wilayahnya sebagai kota wisata. Saat ini sudah banyak objek wisata Yogyakarta dan sekitarnya yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Salah satunya objek wisata alam Kalibiru.

Kalibiru sebenarnya adalah sebuah nama hutan yang saat ini diolah menjadi sebuah tempat wisata alam. Hutan Kalibiru memiliki ketinggian 450 mdpl dan berupa kawasan perbukitan yang subur. Suhu udara di tempat ini sangat sejuk. Kalibiru dikelola oleh pemerintah dan masyarakat setempat sebagai wisata alam dan edukasi. Ada banyak hal yang bisa didapatkan di sana, termasuk outbond, penginapan, dan beberapa spot untuk mencari foto kekinian. Ada juga jalur trekking yang juga bisa dijadikan lokasi camping.

Lokasi dan Akses

wisata alam kalibiru

Objek wisata Kalibiru berada di kawasan Kulon Progo, Yogyakarta yang berkonsep wisata alam. Kalibiru populer baru-baru ini karena media massa dan media sosial. Lokasi tepatnya ada di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta. Jarak dari pusat kota adalah sekitar 40 kilometer.

Kalibiru juga berdekatan dengan objek wisata lain seperti Waduk Sermo, Kebun Teh Nglinggo, dan air terjun Sidoharjo. Bahkan dari Kalibiru ini, akan bisa dilihat pemandangan menawan Waduk Sermo dari jarak dekat. Perjalanan menuju Kalibiru harus dilewati dengan menanjak dan cukup berliku. Sebaiknya gunakan kendaraan yang kuat agar perjalanan menjadi lebih lancar.

Untuk mencapai Kalibiru, setidaknya ada beberapa alternatif rute perjalanan yang bisa dipilih oleh para wisatawan, antara lain:

  1. Rute Sermo

Rute yang pertama ini adalah rute terbanyak yang digunakan oleh wisatawan. Alasannya adalah karena dalam perjalanan, akan dijumpai juga pemandangan waduk Sermo, sehingga perjalanan akan lebih menyenangkan. Jika kamu adalah orang yang lebih menikmati perjalanan daripada tujuan destinasi, rute ini akan cocok untukmu.

Untuk menuju Kalibiru dengan rute Sermo, kamu bisa melewati daerah Sentolo, lalu ke Pengasih. Dari sana, tuju arah alun-alun Wates- RSUD Wates – Beji- Sermo. Baru dari Sermo, kamu bisa menuju Kalibiru.

  1. Rute Clereng

Rute kedua adalah rute Clereng. Perjalanan dengan rute ini lebih cepat daripada rute pertama, karena tanjakan atau likuan tidak akan separah rute pertama. Jika kamu tidak begitu suka perjalanan jauh dan lebih suka perjalanan singkat, ambil saja rute ini. Dari pusat kota, kamu bisa menuju Sentolo, lalu ke Pengasih.

Namun, setelah perempatan Pengasih, berbeloklah ke arah kanan (menuju Clereng). Ikuti saja rute itu untuk menuju Kalibiru. Dalam perjalanan sudah ada penunjuk jalan, sehingga tidak perlu cemas akan tersesat.

  1. Rute kota (dari Malioboro)

Rute ini adalah rute yang paling jarang digunakan, karena jarang ada wisatawan dari arah Malioboro yang menuju Kulon Progo. Namun, jika kamu ingin menuju Kulon Progo dari Malioboro, ambil saja jalur Purworejo. Ikuti jalanan tersebut sampai di terminal Wates. Dari terminal itu, ikuti penunjuk jalan untuk menuju ke waduk Sermo. Dari Sermo, ikuti terus rute ke Kalibiru.

Harga Tiket Masuk

Kalibiru adalah objek wisata yang cukup terjangkau dan cocok untuk orang-orang yang tidak ingin menghabiskan uang banyak untuk berwisata di sekitaran Yogyakarta. Wisatawan yang masuk ke Kalibiru akan dikenakan biaya yang relatif murah, yaitu hanya Rp 5.000 saja per kepala. Untuk memarkirkan motor, wisatawan hanya perlu membayar Rp 2.000, sedangkan untuk memarkir mobil hanya butuh Rp 5.000

Fasilitas

Ada banyak fasilitas wisata yang ditawarkan oleh wisata alam Kalibiru ini. Ada area parkir yang luas untuk motor dan mobil. Ada kios makanan, sehingga wisatawan tidak perlu cemas kehabisan perbekalan makanan. Ada juga fasilitas menginap seperti pendopo, homestay, dan juga camping ground. Untuk wisatawan yang ingin seru-seruan mengasah adrenalin, ada sarana outbond yang bisa digunakan.

Fasilitas untuk Melihat Pemandangan

Fasilitas untuk Melihat Pemandangan

Selain itu, ada juga menara pandang untuk menikmati pemandangan perbukitan dari Kalibiru. Dari sana juga akan bisa didapatkan pemandangan matahari terbenam yang keren jika berkunjung pada saat yang tepat.

Jika ingin berburu foto di sana, kamu perlu membayar Rp 10.000 saja. Selain itu, ada beberapa gardu pandang berbentuk rumah pohon untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dan berburu foto sunset yang keren.

Pemandangan perbukitan yang hijau dan dingin juga akan memanjakan mata para wisatawan. Tidak heran mengapa ada banyak anak muda yang ingin mengabadikan momen di sana.

Fasilitas untuk Menginap

Adapun fasilitas homestay totalnya berjumlah 6 dan keseluruhannya bisa menampung sekitar 10-15 orang. Homestay ini bisa untuk homestay keluarga dengan harga paling murah adalah Rp 120.000 per malam untuk satu homestay.

Harga yang relatif murah untuk sebuah lokasi wisata alam di Yogyakarta, bukan? Kapan lagi bisa menginap di Yogyakarta dengan harga murah dan mendapat pemandangan khas perbukitan yang sejuk dan indah? Selain homestay, wisatawan juga bisa berkemah di camping ground yang disediakan.

Fasilitas Makanan

Selain berwisata alam, ada juga konsep wisata kuliner yang dihadirkan di wisata Kalibiru ini. Ada banyak penjual makanan enak yang mudah ditemui. Mulai dari makanan ringan maupun makanan berat. Ada juga sebuah warung yang serupa dengan cafe yang berada di dekat gerbang masuk utama Kalibiru.

Selain itu ada juga warung lesehan yang mudah ditemukan dengan harga yang terjangkau. Menu makanannya pun sangat beragam.

Fasilitas Outbond

Fasilitas outbond

Untuk fasilitas outbond, Kalibiru juga memiliki flying fox yang bisa dicoba oleh semua kalangan, yaitu dengan harga Rp 5.000 rupiah per orang (untuk anak-anak) sampai Rp 10.000 per orang (untuk dewasa).

Namun flying fox ini baru bisa digunakan pada hari Minggu saja mulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Jika ingin mencoba flying fox, datang saja pada hari Minggu.

Selain flying fox ada juga sarana outbond berupa jembatan monyet. Jembatan monyet ini adalah sebuah jembatan gantung yang terhubung dari pohon yang satu ke pohon yang lain.

Bahan yang digunakan adalah papan-papan kayu dengan tali-temali. Dari atas jembatan, pemandangan Waduk Sermo juga bisa terlihat dengan sangat keren. Untuk yang takut ketinggian, tidak usah cemas karena sudah ada penjaga yang bisa memasangkan tali pengaman.

Fasilitas Trekking

Untuk fasilitas trekking atau jelajah alam, ada beberapa rute dan medan perjalanan yang bisa ditempuh. Wisatawan bebas memilih pada trek mana mereka akan berjalan. Ada trek yang berjarak hanya 1,5 km, 3 km, 5 km, hingga 7 km. Untuk trek 7 km, kamu bisa melihat pemandangan Waduk Sermo dari jarak dekat.

Selama perjalanan, kamu juga bisa melihat keanekaragaman fauna yang tersebar, seperti elang, celeng, landak, ayam hutan, serta harimau. Jika kamu berencana naik gunung, ada baiknya melatih fisik di trek Kalibiru ini.

Pesona Hutan Pinus Jogjakarta

Hutan Pinus Mangunan Jogja, Lokasi dan Harga Tiket

Hutan Pinus Mangunan merupakan salah satu tempat wisata di Bantul, Jogja yang sangat terkenal. Tepatnya di Desa Mangunan, obyek wisata hutan pinus ini memilki udara nan sejuk dan asri. Banyak spot foto keren yang bisa anda coba di sini seperti kebanyakn foto yang tersebar di media sosial.

Hutan Pinus Mangunan Tempat Asik Untuk Berkumpul

Salah satu spot yang terkenal di Hutan Pinus Mangunan ini adalah sebuah panggung yang dikelilingi kursi yang terbuat dari kayu. Hutan pinus yang tubuh lebat dan menjulang tinggi membuat ka mu semakin betah di salah satu tempat wisata Jogja ini. Rekomended untuk anda datangi bersama keluarga, sahabat dan teman anda untuk bercanda ria.

Bagi anda yang suka kabut wisata alam adalah pilihan tepat untuk anda datangi. Jika beruntung di pagi hari atau sehabis hujan kamu dapat menjumpai kabut putih.

Bagi remaja milenial tempat wisata ini sangat cocok untuk berfoto ala ala instgramable. Karena cahaya dan background di Hutan Pinus ini  begitu keren. Adapun spot foto yang bisa anda dokumentasikan antara lain

  • Panggung Kayu & Kursi Kayu
  • Spot Segitiga Akar
  • Sarang Burung
  • Rumah Pohon
  • Spot Tangan Dewa
  • dll

Lokasi dan Rute Hutan Pinus Mangunan

Hutan Pinus Mangunan

Untuk lokasi Hutan Pinus Mangunan ini berada di Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari pusat kota Jogja wisata ini berjarak kurang lebih 23 Km yang dapat anda tempuh sekitar 50 menit. Untuk menghindari kemacetan perjalanan waktu ke wisata alam sangat kami sarankan pagi hari.

Sedangkan rute jalan ke Hutan Pinus Mangunan Dlingo ini paling cepat dan mudah yaitu melalui Jl. Imogiri Barat. Adapun rute lain yaitu melalui  melalui Jl. Imogiri Tim dan melalui Jl. Parangtritis namun rute ini agak jauh. Saran kami untuk rute jalan anda bisa langsung menggunakan Google Maps, karena lebih efisien.

Harga Tiket Masuk Hutan Pinus Mangunan

Untuk Harga tiket Masuk Hutan Pinus Mangunan saat ini masih gratis lho. Wisatawan yang datang cukup membayar parkir roda dua Rp. 3.000 & kendaraan roda 4 Rp. 10.000. Setelah itu anda sudah dapat menikmati spot fasilitas dan berfoto ria di obyek wisata ini.

Fasilitas di Hutan Pinus Mangunan

Hutan Pinus Mangunan

Walau obyek wisata ini free biaya masuknya namun tidak mengesampingkan fasilitasnya lho. Malah fasilitas Hutan Pinus Mangunan sudah standart fasilitas tempat wisata Indonesia lainnya. Berikut adalah daftar fasilitas yang tersedia :

  • Tempat Outbond
  • Mushola
  • Warung Makan & Tempat Jajan
  • Area Parkir Yang Luas

Bagi anda rombongan tour tenang saja karena pihak pengelola sudah menyediakan tempat parkir yang luas. Sehingga kendaraan seperti Bus maupun mobil bisa masuk.

  • Toilet
  • Tempat Bersantai

Sumber: https://camerawisata.com/hutan-pinus-mangunan/

Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Jalan Jenderal A. Yani No. 6 Yogyakarta INDONESIA 55122
Telp: (0274) 586934, 510996
Fax: (0274) 586934

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Ulasan

Tentang Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

  • Benteng yang dibangun pada tahun 1765 oleh Pemerintah Belanda ini digunakan untuk menahan serangan dari Kraton Yogyakarta. Dengan parit yang mengelilinginya, benteng yang berbentuk segi empat ini memiliki menara pengawas di keempat sudutnya dan kubu yang memungkinkan tentara Belanda untuk berjalan berkeliling sambil berjaga-jaga dan melepaskan tembakan jika diperlukan.
  • Pada dasar meriam di kubu bagian selatan, Kraton Yogyakarta dan beberapa bangunan bersejarah lainnya termasuk kepadatan lalulintas di sekitarnya terlihat dengan jelas. Dibangun pada tahun 1765 oleh Belanda, Museum dengan luas kurang lebih 2100 meter persegi  ini mempunyai beberapa koleksi antara lain:-
  1. Bangunan-bangunan peninggalan Belanda, yang dipugar sesuai bentuk aslinya.
  2. Diorama-diorama yang menggambarkan perjuangan sebelum Proklamasi Kemerdekaan sampai dengan masa Orde Baru.
  3. Koleksi benda-benda bersejarah, foto-foto, dan lukisan tentang perjuangan nasional dalam merintis, mencapai, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Indonesia.SEJARAH
  • Museum Benteng Yogyakarta, semula bernama “Benteng Rustenburg” yang mempunyai arti “Benteng Peristirahatan” , dibangun oleh Belanda pada tahun 1760 di atas tanah Keraton. Berkat izin Sri Sultan Hamengku Buwono I, sekitar tahun 1765 – 1788 bangunan disempurnakan dan selanjutnya diganti namanya menjadi “Benteng Vredeburg” yang mempunyai arti “Benteng Perdamaian”.
  • Secara historis bangunan ini sejak berdiri sampai sekarang telah mengalami berbagai perubahan fungsi yaitu pada tahun 1760 – 1830 berfungsi sebagai benteng pertahanan, pada tahun 1830 -1945 berfungsi sebagai markas militer Belanda dan Jepang, dan pada tahun 1945 – 1977 berfungsi sebagai markas militer RI.
  • Setelah tahun 1977 pihak Hankam mengembalikan kepada pemerintah. Oleh pemerintah melalui Mendikbud yang saat itu dijabat Bapak Daoed Yoesoep atas persetujuan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku pemilik, ditetapkan sebagai pusat informasi dan pengembangan budaya nusantara pada tanggal 9 Agustus 1980.
  • Pada tanggal 16 April 1985 dipugar menjadi Museum Perjuangan dan dibuka untuk umum pada tahun 1987. Kemudian pada tanggal 23 November 1992 resmi menjadi “Museum Khusus Perjuangan Nasional” dengan nama “Museum Benteng Yogyakarta”.
  • Bangunan bekas Benteng Vredeburg dipugar dan dilestarikan. Dalam pemugaran pada bentuk luar masih tetap dipertahankan, sedang pada bentuk bagian dalamnya dipugar dan disesuaikan dengan fungsinya yang baru sebagai ruang museum.

Jam Buka Museum

  • Selasa – Jumat: 07.30 – 16.00 WIB
  • Hari Senin dan hari libur nasional: Tutup

Harga Tiket Masuk

  • Dewasa: Rp 3.000,-
  • Dewasa Rombongan Rp 2.000,-
  • Anak Rp 2.000,-
  • Anak-anak Rombongan: Rp.1.000,-
  • WNA Rp 10.000,-

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Ruang Pertunjukan 
  • Ruang Seminar, Diskusi, Pelatihan dan Pertemuan 
  • Audio Visual & Ruang Belajar Kelompok 
  • Hotspot gratis
  • Pemandu
  • Ruang Tamu 
  • Mushola 
  • Kamar mandi

Sumber : https://gudeg.net/direktori/49/museum-benteng-vredeburg-yogyakarta.html

KALIURANG JOGJA

Pesona Tempat Wisata Kaliurang

Kontur wilayah yang berada di dataran tinggi membuat suhu udara di kawasan wisata Kaliurang begitu sejuk dengan kisaran suhu antara 20 hingga 25 derajat Celcius. Destinasi wisata Kaliurang menyuguhkan Anda akan sebuah keindahan alam nan memikat di kaki Gunung Merapi Yogyakarta. Inilah salah satu pesona dari sejumlah tempat wisata di Jogja yang populer di kalangan penikmat perjalanan. Secara administratif, Kaliurang terletak di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah ini berada di ketinggian sekitar 900 meter diatas permukaan laut pada arah selatan Gunung Merapi dan berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Yogyakarta.

Perjalanan menuju kawasan wisata Kaliurang memberikan Anda suguhan panorama yang mengagumkan, dengan gunung menjulang tinggi, bentang alam nan hijau di sebelah kanan dan kiri jalan, serta udara yang begitu segar. Belum lagi aneka taman bermain di Kaliurang dan hiburan perjalanan alam yang menyenangkan. Inilah sebab mengapa Kaliurang menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang favorit di Jogja dan pilihan tepat untuk wisata anak – anak Anda di alam terbuka.

Eksistensi objek wisata yang satu ini telah berlangsung sejak zaman Belanda ada di Indonesia. Di masa itu, Kaliurang adalah salah satu tempat tujuan peristirahatan para nyonya dan mener Belanda. Di masa kini, infrastruktur dan fasilitas publik di kawasan Kaliurang terjaga sedemikian baik dan semakin lengkap serta menjadi salah satu objek wisata andalah Kabupaten Sleman.

Di kawasan wisata Kaliurang, tedapat banyak tempat wisata kuliner bahkan untuk urusan yang satu ini, Anda tidak perlu khawatir akan kelaparan. Akan sangat tepat jika Anda juga turut mencoba sejumlah kuliner khas Kaliurang, beberapa di antaranya adalah sate kelinci dan makanan lainnya. Oleh – oleh khas Kaliurang yang paling sering dibeli wisatawan yang datang kesana adalah jadah dan tempe bacem. Jadah ini adalah makanan tradisional yang terbuat hanya dari beras ketan. Sementara tempe bacem adalah tempe yang dimasak dengan bumbu utama gula merah.

Jika Anda bersama keluarga atau datang dalam sebuah rombongan wisata ke Kaliurang, jangan pula lewatkan untuk menaiki sebuah kereta unik, masyarakat lokal menamainya Kereta Kelinci. Kereta ini akan membawa Anda dan rombongan mengitari kawasan Kaliurang. Anda dapat menemukan Kereta Kelinci ini di terminal Kaliurang. Untuk satu kali putaran, rute yang akan dilewati adalah terminal Kaliurang – Taman Bermain – Gardu Pandang – Wisma Kaliurang – Bumi Perkemahan – Taman Wisata Plawangan Turgo. Soal harga, jangan khawatir sebab ongkosnya sungguh murah. Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 3.000 per orang untuk dapat menikmati perjalanan menggunakan Kereta Kelinci ini.

Tidak hanya Kereta Kelinci, Anda dapat menyewa mobil Land Rover yang akan membawa Anda berpetualang mengelilingi Kaliurang, dari area terjangan lahar Merapi hingga ziarah ke makam Mbah Marijan. Tersedia sejumlah pilihan rute yang diinginkan dan satu mobil dapat menampung hingga 7 orang. Bagi Anda yang suka untuk berkemah, di Kaliurang juga terdapat bumi perkemahan yang dapat Anda gunakan. Lazimnya, bumi perkemahan ini dipergunakan bagi acara camping anak – anak Pramuka. Namun, tempat ini juga sangat terbuka bagi siapapun yang ingin menikmati camping di Kaliurang.

Area wisata Kaliurang juga memiliki sejumlah tempat peribadatan bagi Anda, dari masjid hingga gereja dapat Anda temukan di Kaliurang. Salah satu spot menarik dan kerap menjadi kunjungan religi para wisatawan adalah Bukit Doa Emalta. Inilah tempat di mana wisatawan yang beragama Nasrani datang dan berdo’a di tempat ini.

Jika Anda masih ingat pelajaran sejarah, maka di Kaliurang ini pula pernah terjadi sebuah peristiwa sejarah, yakni perundingan khusus antara Indonesia dengan Komisi Tiga Negara pada tanggal 13 Januari 1948 yang melahirkan sebuah notulen yang disebut dengan Notulen Kaliurang. Bangunan yang menjadi tempat perundingan tersebut terkenal dengan nama Wisma Kaliurang. Berikut ini ada sejumlah tempat menarik di Kaliurang yang dapat Anda kunjungi, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tlogo Putri
Tlogo Putri

Pintu masuk Tlogo Putri, sumber: njogja.co.id

Terletak di kaki bukit Plawangan Turgo, Tlogo Putri adalah perpaduan wisata alam dan wisata air yang disukai banyak wisatawan yang datang ke Kaliurang. Pesona wisata Kaliurang yang satu ini terdapat pada alamnya yang tenang, sejuk, menyegarkan. Sebuah danau (tlogo) kecil adalah tempat Anda dan anak – anak dapat bermain kano atau becak air.

Disana, Anda dapat bermain flying fox jika atau hanya sekedar berfoto – foto dan menikmati panorama alam sekitar. Untuk dapat memasuki tempat wisata ini, Anda hanya akan dikenai biaya tiket masuk Tlogo Putri sebesar Rp 2.500 per orang. Namun, biaya tersebut belum termasuk biaya parkir kendaraan.

  1. Gardu Pandang
Gardu pandang

Inilah pos pengamatan Gunung Merapi, sumber: djogjatravel.com

Inilah pos pengamatan Gunung Merapi dan saat ini menjadi salah satu tempat menarik di Kaliurang. Di Gardu Pandang, Anda dapat melihat Gunung Merapi dengan jelas meskipun ada kalanya gunung tersebut akan tertutup awan dan hal ini biasanya terjadi kala sore hari. Terletak di tepi kali Boyong, dari Gardu Pandang ini Anda dapat dapat menikmati pemandangan alam kawasan Kaliurang yang begitu asri. Memang, Gardu Pandang di Kaliurang ini tidaklah sebesar yang ada di Ketep Pass Magelang.

  1. Museum Vulkanik Merapi
Museum Vulkanik Merapi

Museum Vulkanik Merapi, sumber: outingjogja.com

Inilah salah satu tempat terbaik di Kaliurang untuk mendapatkan berbagai hal informasi yang berkaitan dengan letusan Gunung Merapi. Di museum ini Anda dapat mengetahui asal mula proses terjadinya letusan hingga saat letusan terjadi. Tidak hanya itu, Anda dapat mengetahui banyak hal tentang mitos yang berhubungan dengan Gunung Merapi tersebut. Museum Vulkanik Merapi ini terletak di Jalan Boyong Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

  1. Goa Jepang
goa jepang

Goa peninggalan tentara Jepang di Kaliurang, sumber: indonesiakaya.com

Inilah goa di Kaliurang peninggalan tentara Jepang yang pada masa itu menjadikan goa ini sebagai tempat berlindung dari serangan sekutu serta menjadi tempat tinggal sementara mereka. Pesona unik goa ini adalah terdapat 25 pintu goa yang saling terhubung satu dengan lainnya dalam kondisi yang masih alami. Anda harus melakukan trekking selama kurang lebih 45 menit untuk dapat tiba di goa ini. Satu hal lagi, Anda dapat menyaksikan panorama indah Gunung Merapi dari dekat tatkala melakukan perjalanan menuju ke Goa Jepang ini.

  1. Taman Wisata Plawangan Turgo
Taman Wisata Plawangan Turgo

Taman Wisata Plawangan Turgo, sumber: slemanonline.com

Satu lagi suguhan panorama alam yang begitu indah, Anda dapat pergi ke Taman Wisata Plawangan Turgo. Hal ini tentu akan sangat menyenangkan bagi Anda yang menyukai olahraga lintas alam. Spot wisata Kaliurang yang satu ini memiliki hutan tropis yang tertata rapi serta terdapat bebatuan hasil letusan Gunung Merapi yang merupakan gunung berapi berusia mencapai 40.000 tahun. Dari tempat ini pula Anda dapat menyaksikan area atau kawasan yang pernah diterpa awan panas Merapi pada bulan November 1994 silam. Selain itu, Anda dapat menyaksikan kawanan monyet yang juga hidup di taman ini.

  1. Taman Bermain Anak – anak

Tiada yang menyenangkan selain bermain bagi anak-anak Anda. Wisata Kaliurang menghadirkan sebuah kawasan taman bermain seluas 1 hektar bagi putra-putri Anda. Di taman bermain ini, tersedia beberapa permainan anak-anak, seperti ayunan, mobil-mobilan, dan lain sebagainya. Taman ini memiliki tanaman yang rindang, menghadirkan keteduhan bagi setiap orang yang singgah untuk berekreasi di sana.

Jika Anda berkunjung ke Kaliurang untuk menikmati semua tempat wisatanya, maka keberadaan hotel dan aneka penginapan di Kaliurang tentunya akan sangat membantu Anda. Anda tidak perlu khawatir untuk menentukan pilihan menginap selama kunjungan wisata Anda di Kaliurang. Dari hotel berbintang hingga penginapan, wisma, dan villa dapat Anda temukan dengan mudah.

SUMBER : http://katalogwisata.com/pesona-tempat-wisata-kaliurang#.XWaIMugzaUk

Tugu Jogja

Tugu Jogja Paling Bersejarah  di Yogyakarta

Tugu Jogja merupakan ikon kota Yogyakarta yang sangat terkenal. Tugu ini sudah berusia sekitar 3 abad yang menyimpan banyak sekali makna dan sejarah kota Yogyakarta. Simbol dan lambang kota Yogyakarta ini dibangun oleh Hamengku Buwono I yang juga merupakan pendiri dari Keraton Yogyakarta. Tugu ini bisa merupakan garis imaginer yang bersifat magis yang menghubungkan antara laut selatan, keraton Jogja, dan gunung Merapi.

Kalau kita pandang dari Keraton Yogyakarta, ke arah utara akan terlihat Jl. Malioboro, Jl.Mangkubumi, Tugu Jogja dan Jl. Monumen Jogja Kembali akan membetuk garis lurus ke arah puncak gunung Merapi.

Bangunan ini menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti yang merupakan semangat persatuan untuk melawan penjajahan. Semangat persatuan tergambar dari bentuk tiang bangunan tugu ini yang gilig atau silider sedangkan puncak dari bangunan ini yang bulat ( golong ) sehingga tugu ini dinamakan Tugu Golong Gilig. Tugu ini juga merupakan penunjuk arah ketika Sultan Yogyakarta melakukan meditasi menghadap ke puncak gunung Merapi.

Tugu Yogyakarta ini saat dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut keatas. Sedangkan bagian dasarnya berupa sebuah pagar yang melingkar dan bagian puncaknya berbentuk bulat. Tugu ini pada mulanya setinggi 25 meter.

Pada tanggal 10 Juni 1867 terjadi bencana gempa bumi besar yang menguncang kota Yogyakarta yang membuat Tugu Jogja ini runtuh yang diikuti dengan keadaan yang tidak menentu pada waktu itu karena gempa bumi yang hebat memporak-porandakan sebagian besar kota yogyakarta.

Pada tahun 1889 tugu Jogja direnovasi oleh Belanda dengan merubah bentuknya menjadi bentuk persegi dan pada tiap sisinya dihiasi oleh semacam prasasti yang menginformasikan siapa saja yang terlibat dalam renovasi tersebut. Pada bagian puncak tugu dirubah menjadi kerucut atau runcing yang tadinya bulat, sedangkan tinggi tugu tersebut menjadi hanya 15 meter atau 10 meter lebih rendah daripada bangunan semula. Mulai saat itu bangunan tersebut diberinama De Witt Paal atau Tugu Pal Putih

Perubahan bentuk tugu tersebut merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan rakyat dan raja dalam melawan penjajah, tetapi harapan Belanda tersebut tidak berhasil karena disana sini tetap terjadi perlawanan dari rakyat Indonesia.

Lokasi

Tugu Jogja ini terletak di tengah perempatan Jl. Pangeran Mangkubumi – Jl. Jenderal Sudirman – Jl. AM.Sangaji dan Jl. Pangeran Diponegoro.

Akses

Daerah Tugu Jogjja sangat mudah untuuk diakses karena letaknya sangat strategis yaitu pada tengah perempatan jalan yaitu Jl. Pangeran Mangkubumi ( Selatan ), Jl.’ Jenderal Sudirman ( Timur ), Jl. AM. Sangaji ( Utara ) dan Jl. Pengeran Diponegoro ( Barat ).

Harga Tiket

Untuk anda yang ingin melihat Tugu Jogja, tidak dikenakan biaya sama sekali karena letaknya yang berada pada public area jadi siapa saja boleh melihat atau memegang tugu tersebut. Tetapi pada siang hari kita akan sulit untuk mendekatinya karena arus lalu lintas yang sangat ramai, lain halnya bila kita sempatkan waktu pada larut malam hari untuk mengamati lebih dekat akan cukup jelas karena diterangi dengan lampu yang cukup terang.

Fasilitas

Fasilitas yang terdapat disekitar tempat itu lumayan lengkap seperti terdapatnya bangku taman yang berada di Jl. Pangeran Mangkubumi, pos penjagaan Polisi, pertokoan, nasi gudeg, dan becak yang ngetem di sekitar jalur parkir kendaraan.

Sumber : https://www.njogja.co.id/sleman/tugu-jogja/

Pantai Parangtritis Yogyakarta

Indahnya Pantai Parangtritis Yogyakarta

Berlibur dijogja kurang lengkap bila kamu belum mengunjungi wisata pantai yang paling terkenal di jogja. Walaupun tidak ngehits tapi pantai parangtritis menjadi wisata jogja yang paling sering dikunjungi. Bukan saja karena keindahan pantai yang membentang sepanjang hampir 1 km, namun juga karena sejarahnya yang unik membuat banyak orang masih penasaran.

Waktu berkunjung paling pas ke pantai parantritis adalah pada sore hari. Bukan tanpa alasan, kamu bisa melihat sunset nan indah. Dari tempat ini dan kamu juga bisa memotret keindahan sunset yang membentang luas dilangit selatan. Selain itu, jika kamu kesini bersama keluarga di siang atau pagi hari, kamu bisa bermain pasir, bermain ATV, naik andong, maraton dan serlfi.

Untuk kamu yang suka berpetualang, kamu wajib mencoba ATV, dengan 50.000 sampai 100.000 rupiah kamu bisa dengan bebas menerjang air bibir pantai dengan puas. Selain itu kamu juga bisa bermanufer dengan teman di bagian ujung pantai selatan yang sepi pengunjung.

Di pantai parangtritis juga tersedia vila dan hotel dan harganya lumayan murah. Untuk sekelas penginapan harga dibandrol mulai dari 25.000 permalam dan untuk villa serta hotel harga mulai dari 300 ribu sampai dengan 2 juta rupiah.

Jika kamu berkesempatan berwisata di pantai selatan ini, kamu wajib untuk mengunjungi candi gembirawati. Jarak dari pantai ke candi gembirawati sekitar 100 sampai 200 meter yang bisa kamu tempuh dengan sepeda motor dan berjalan kaki untuk memanjat tebingnya. Sesampai diatas kamu tidak hanya menemukan candi gembirawati tapi kamu juga akan melihat laut lepas pantai selatan yang membentang sejauh mata memandang.

Rute Menuju Pantai Parangtritis

Parangtritis sendiri terletak di kecamatan kretek, Bantul, Yogyakarta. Pada peta ini, start jalan dimulai dari stasiun tugu jogja. Dimana dalam perjalanan menuju pantai parangtritis bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 30 km.

Jam Operasional dan Harga Tiket Pantai Parangtritis

Untuk kamu yang ingin masuk kewiasta pantai ini akan dikenakan tarif sebesar 5000 per orangnya dan biaya parkir untuk kendaraan bermotor 2000 rupiah saja. Cukup murah bukan?

Untuk jam operasional pantai ini mulai dari jam 7 pagi sampai dengan jam 5 sore. Namun tidak sedikit para wisatawan yang memilih berkunjung dimalam hari untuk menikmati gemuruh ombak yang syahdu. Tapi perlu di ingat, jika berkunjung dimalang hari harus tetap berhati hati. Karena mitos atau benar fakta memang tempat dipercaya sebagai gerbang ke alam goib. Datanglah dengan tujuan positif agar wisatamu lebih berharga dan menyenangkan.

Rangkuman
Kegiatan Populer: Bermain ombak, main motor ATV, naik andong, mainan pasir
Jam Buka: Pagi sampai Malam
Harga Tiket: Gratis | Sebelum masuk pantai ada biaya retribusi sebesar 5 ribu. | Parkir motor 2 ribu.
Kontak: –
Penginapan: Banyak sekali penginapan disekitar pantai, mulai dari harga 50 ribu / malam
Alamat: Kecamatan Kretek, Bantul, Yogyakarta
Peta Lokasi: Pantai Parangtritis Yogyakarta

Galeri Foto Pantai Parangtritis Yogyakarta

Pemandangan Indah Pantai Parangtritis
Sumber @wakhid_852
Biru Langit Pantai Parangtritis
Sumber @rezkii_20
Mainan Motor di Pantai Parangtritis
sumber @mizanur_rohman_10
Luas dan Panjang Pantai Parangtritis
Sumber @yoga_abdi_

Berapa rating yang bakal kamu kasih untuk pantai parangtritis?

[kkstarratings]

Kemungkinan terburuk yang bisa kamu temui saat liburan dipantai ini adalah air pasang dan sampah. Namun tenang saja, jika hal tersebut terjadi, kamu bisa coba tempat wisata lain disekitar pantai parangtritis.

5 Tempat Wisata Di Sekitar Pantai Parangtritis

Kamu harus tau bahwa disekitar pantai parangtritis banyak sekali tempat tempat menarik untuk kamu kunjungi.

Indahnya Spot Foto Gumuk Pasir Parangkusmo

gumuk pasir spot
foto by @pungky_riyawan
Gumuk Pasir

Gumuk pasir parangkusumo adalah tempat foto dengan nuansa gurun yang beberapa waktu lalu viral karena digunakan sebagai shoting video clip agnez monica. Jika dulu masih benar benar polos berupa gundukan pasir, sekarang pengunjung juga bisa menikmati permainan papan seluncur. Selain itu juga pengelola membuat beberapa spot foto yang menarik.

Landasan Pacu, Buat Preweding Oke

Landasan Pacu Depok
foto by @melssayuliadi

Hanya landasan, iya hanya landasan, tapi suasana ditempat ini terasa seperti berada di Negara lain. Indah sekali ketika difoto, dan bakal banyak yang kagum jika diposting di Instargam. Lokasinya tidak jauh dari pantai parangtritis, yaitu sekitar 1 – 2 kilometer saja, dan ditempuh dengan waktu 5 menitan.

Jalan Menuju Pantai Depok

Pantai Depok
foto by @sisi.jogja

Jika dari parangtritis ingin menuju pantai depok, wisatawan bakal nemuin spot foto yang sangat menarik di perjalanan. Sepanjang kurang lebih 500 meter, terdapat jalan yang ditutupi dengan pepohonan yang membuat perjalanan singkat tersebut menjadi sangat berarti.

Pantai Pandan Sari Daerah Pasir Jadi Tempat Tanam

Pantai Pandan Sari
foto by @diantybro

Kalau yang ini lumayan agak jauh, namun lokasinya juga bagus. Pantai pandansari sejuk dan nayaman, begitu kata sebagian banyak wisatawan. Karena dipantai tersebut banyak pohon cemara yang rimbun. Untuk akses kelokasi ini bisa dibilang sangat baik, karena jalanan mulus lus lus lussss.

Pemandian Air Panas Parangwedang

Pemandian Air Panas Parangwedang

Setelah capek dengan perjalanan ke pantai, tidak salah jika mampir ke perang wedang, yaitu pemandian air panas yang populer di Bantul

Puncak Paralayang atau Bukit Gupit

Bukit Paralayang
ig @haryoprima

Masuk kelokasi ini gratis, hanya membayar biaya parkir saja. Lokasinya tepat di atas bukit gubit / bagian utara pantai parangtritis. Untuk mencoba paralayang, wisatawan bisa membayar sebesar 300.000 rupiah saja, dan sudah didampingi oleh alhi.

Jika kamu punya waktu, sempatkalah berlibur ke jogja. Kamu tidak perlu kawatir jika berlibur di Jogja, karena disini sangat banyak travel yang siap mengantarkan tour kamu keliling jogja. Untuk info seputar pantai parangtritis cukup ya, jika kamu ada tambahan informasi pantai, tuliskan dikomentar ya.

Kraton Yogyakarta

Tentang Kraton Yogyakarta

Bangunan Kraton dengan arsitektur Jawa yang agung dan elegan ini terletak di pusat Kota Yogyakarta. Bangunan ini didirikan oleh Pangeran Mangkubumi, yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I, pada tahun 1775. Beliau yang memilih tempat tersebut sebagai tempat untuk membangun bangunan tersebut, tepat di antara sungai Winongo dan sungai Code, sebuah daerah berawa yang dikeringkan.

Bangunan Kraton membentang dari utara ke selatan. Halaman depan dari Kraton disebut alun-alun utara dan halaman belakang disebut alun-alun selatan. Desain bangunan ini menunjukkan bahwa Kraton, Tugu dan Gunung Merapi berada dalam satu garis/poros yang dipercaya sebagai hal yang keramat. Pada waktu lampau Sri Sultan biasa bermeditasi di suatu tempat pada poros tersebut sebelum memimpin suatu pertemuan atau memberi perintah pada bawahannya.

Yang disebut Kraton adalah tempat bersemayam ratu-ratu, berasal dari kata : ka + ratu + an = kraton. Juga disebut kadaton, yaitu ke + datu + an = kedaton, tempat datu-datu atau ratu-ratu. Bahasa Indonesianya adalah istana, jadi kraton adalah sebuah istana, tetapi istana bukanlah kraton. Kraton ialah sebuah istana yang mengandung arti keagamaan, arti filsafat dan arti kulturil (kebudayaan). Dan sesungguhnya Kraton Yogyakarta penuh dengan arti-arti tersebut diatas. Arsitektur bangunan-bangunannya, letak bangsal-bangsalnya, ukiran-ukirannya, hiasannya, sampai pada warna gedung-gedungnyapun mempunyai arti. Pohon-pohon yang ditanam di dalamnya bukan sembarangan pohon. Semua yang terdapat disini seakan-akan memberi nasehat kepada kita untuk cinta dan menyerahkan diri kita kepada Tuhan yang Maha Esa, berlaku sederhana dan tekun, berhati-hati dalam tingkah laku kita sehari-hari dan lain-lain. 

Siapakah gerangan arsitek dari kraton ini? Beliau adalah Sri Sultan Hamengkubuwono I sendiri. Waktu masih muda, baginda bergelar pangeran Mangkubumi Sukowati dan dapat julukan, menurut Dr.F.Pigeund dan Dr.L.Adam dimajalah Jawa tahun 1940:”de bouwmeester van zijn broer Sunan P.B II” (“arsitek dari kakanda Sri Sunan Paku Buwono II”). Komplek kraton terletak di tengah-tengah, tetapi daerah kraton membentang antara Sungai Code dan Sungai Winanga, dari utara ke selatan adalah dari Tugu sampai Krapyak. Namun kampung-kampung jelas memberi bukti kepada kita bahwa ada hubungannya antara penduduk kampung itu dengan tugasnya di kraton pada waktu dahulu, misalnya Gandekan = tempat tinggal gandek-gandek (kurir) dari Sri Sultan, Wirobrajan tempat tinggal prajurit kraton wirobrojo, Pasindenan tempat tinggal pasinden-pasinden (penyanyi-penyanyi) kraton.

Luas Kraton Yogyakarta adalah 14.000 meter persegi. Didalamnya terdapat banyak bangunan-bangunan, halaman-halaman dan lapangan-lapangan.

Kita mulai dari halaman kraton ke utara:
1. Kedaton/Prabayeksa
2. Bangsal Kencana
3. Regol Danapratapa (pintu gerbang)
4. Sri Manganti
5. Regol Srimanganti (pintu gerbang)
6. Bangsal Ponconiti (dengan halaman Kemandungan)
7. Regol Brajanala (pintu gerbang)
8. Siti Inggil
9. Tarub Agung
10. Pagelaran (tiangnya berjumlah 64)
11. Alun-alun Utara dihias dengan
12. Pasar (Beringharjo)
13. Kepatihan
14. Tugu

Angka 64 itu menggambarkan usia Nabi Muhammad 64 tahun Jawa, atau usia 62 tahun Masehi.
Kalau dari halaman kraton pergi ke selatan maka akan kita lihat:
15. Regol Kemagangan (pintu gerbang)
16. Bangsal Kemagangan
17. Regol Gadungmlati (pintu gerbang)
18. Bangsal Kemandungan
19. Regol Kemandungan (pintu gerbang)
20. Siti Inggil
21. Alun-alun Selatan
22. Krapyak

Catatan:
1. Regol =pintu gerbang
2. Bangsal =bangunan terbuka
3. Gedong =bangunan tertutup (berdinding)
4. Plengkung =pintu gerbang beteng
5. Selogilang =lantai tinggi dalam sebuah bangsal semacam podium rendah, tempat duduk Sri Sultan atau tempat singgasana Sri Sultan
6. Tratag =bangunan, biasanya tempat berteduh, beratap anyam-anyaman bamboo dengan tiang-tiang tinggi, tanpa dinding.

Komplek kraton itu dikelilingi oleh sebuah tembok lebar, beteng namanya. Panjangnya 1 km berbentuk empat persegi, tingginya 3,5 m, lebarnya 3 sampai 4 m. di beberapa tempat di beteng itu ada gang atau jalan untuk menyimpan senjata dan amunisi, di ke-empat sudutnya terdapat bastion-bastion dengan lobang-lobang kecil di dindingnya untuk mengintai musuh. Tiga dari bastion-bastion itu sekarang masih dapat dilihat. Beteng itu di sebelah luar di kelilingi oleh parit lebar dan dalam.

Lima buah plengkung atau pintu gerbang dalam beteng menghubungkan komplek kraton dengan dunia luar. Plengkung-plengkung itu adalah:
1. Plengkung Tarunasura atau plengkung Wijilan di sebelah timur laut.
2. Plengkung Jogosuro atau Plengkung Ngasem di sebelah Barat daya.
3. Plengkung Jogoboyo atau Plengkung Tamansari di sebelah barat.
4. Plengkung Nirboyo atau Plengkung Gading di sebelah selatan.
5. Plengkung Tambakboyo atau Plengkung Gondomanan di sebelah timur.


SEJARAH 
Pada tahun 1955, perjanjian Giyanti membagi dua kerajaan Mataram menjadi Ksunanan Surakarta dibawah pemerintah Sunan Pakubuwono III dan Kasultanan Ngayogyakarta dibawah pemerintah Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengkubuwono I. Pesanggrahan Ayodya selanjutnya dibangun menjadi Kraton Kasultanan Yogyakarta .

Lebih dari 200 tahun yang lalu, tempat dimana Kraton Yogyakarta sekarang berada merupakan daerah rawa yang dikenal dengan nama Umbul Pachetokan, yang kemudian dibangun menjadi pesanggrahan yang bernama Ayodya. Kraton Yogyakarta menghadap ke arah utara, pada arah poros Utara selatan, antara gunung merapi dan laut selatan. Di dalam balairung kraton, dapat disaksikan adegan pisowanan (persidangan agung) dimana Sri Sultan duduk di singgasana dihadap para pemangku jabatan istana.

Regol Donopratomo yang menghubungkan halaman Sri Manganti dengan halaman inti kraton, dijaga oleh 2 (dua) patung dwarapala yang diberi nama Cingkarabala dan Balaupata, yang melambangkan kepribadian baik manusia, yang selalu menggunakan suara hatinya agar selalu berbuat baik dan melarang perbuatan yang jahat. Di dalam halaman inti kraton, dapat dilihat tempat tinggal Sri Sultan yang biasa digunakan untuk menerima tamu kehormatan dan menyelenggarakan pesta. Di tempat ini juga terdapat keputren atau tempat tinggal putri-putri Sultan yang belum menikah.

Kraton Yogyakarta dibangun pada tahun 1256 atau tahun Jawa 1682, diperingati dengan sebuah condrosengkolo memet di pintu gerbang Kemagangan dan di pintu Gading Mlati, berupa dua ekor naga berlilitan satu sama lainnya. Dalam bahasa jawa : “Dwi naga rasa tunggal” Artinya: Dwi=2, naga=8, rasa=6, tunggal=I, Dibaca dari arah belakang 1682. warna naga hijau, Hijau ialah symbol dari pengharapan.

Disebelah luar dari pintu gerbang itu, di atas tebing tembok kanan-kiri ada hiasan juga terdiri dari dua (2) ekor naga bersiap-siap untuk mempertahankan diri. Dalam bahasa Jawa: “Dwi naga rasa wani”, artinya: Dwi=2, naga=8, rasa=6, wani=1 jadi 1682.

Tahunnya sama, tetapi dekorasinya tak sama. Ini tergantung dari arsitektur, tujuan dan sudut yang dihiasinya. Warna naga merah. Merah ialah simbol keberanian. Di halaman Kemegangan ini dahulu diadakan ujian-ujian beladiri memakai tombak antar calon prajurit-prajurit kraton. Mestinya mereka pada waktu itu sedang marah dan berani.

Jam Buka

  • Setiap hari mulai pukul 09.00 -14.00 WIB
  • Kecuali hari Jum�at Kraton hanya buka sampai dengan pukul; 11.00 WIB

Harga Tiket Masuk

  • Turis lokal: Rp 7.000,00
  • Turis mancanegara: Rp. 12.500,-

Fasilitas

  • Pemandu Wisata (dikenakan biaya tambahan)
  • Toilet
  • Toko cinderamata

Kegiatan

  • Pertunjukan Gamelan pada hari senin dan selasa pukul 10.00-12.00 WIB
  • Pertunjukan Wayang Kulit pada hari sabtu pukul 09.00-13.00 WIB
  • Pertunjukan Tarian pada hari minggu dan kamis pukul 19.00-12.00 WIB
  • Pembacaan Puisi pada hari jum�at pukul 10.00-11.30 WIB
  • Pertunjukan Wayang Golek pada hari rabu pukul 09.00-12.00 WIB

Tips dan Trik

  • Jangan melakukan sesuatu yang tidak lazim ketika berada dalam area Kraton.
  • Jangan buang sampah sembarangan.
  • Dari Kraton Yogyakarta anda dapat meneruskan perjalanan wisata anda menuju Museum kereta, Taman Sari, Pasar burung Ngasem dll yang hanya berjarak sekitar satu kilometer (10 menit) dari Kraton.
  • Jika anda kecapekan, pergunakan jasa angkutan becak.
sumber: https://www.gudeg.net/direktori/61/kraton-yogyakarta.html